DPRD Kota Bandung Dorong Penambahan Program Penanganan Banjir

- Minggu, 19 Maret 2023 | 23:22 WIB
Petugas kepolisian membantu para pengedara melintasi banjir di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (23/10).  (NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG)
Petugas kepolisian membantu para pengedara melintasi banjir di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (23/10). (NUR ILHAM NATSIR/ RADAR BANDUNG)


MELANSIR.com - Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi mengatakan, penanggulangan banjir harus menjadi program prioritas dan terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Apalagi, sambung Yudi, banjir menjadi salah satu masalah utama yang belum terselesaikan bagi Kota Bandung, selain sampah dan kemacetan.

"Jadi program-program inovasi penanggulangan banjir yang selama ini dinilai efektif, seperti kolam retensi, sumur resapan, rumah pompa, dan lainnya harus terus dilakukan, bahkan dimasifkan. Hal ini sebagai upaya melaksanakan visi kedua dari Kota Bandung, yaitu mewujudkan Kota Bandung yang nyaman bagi masyarakatnya," ujarnya.

Baca Juga: Persib Bandung Fokus Sapu Bersih Sisa Laga

Selain itu, Yudi pun mendorong agar Dinas SDABM dapat memiliki peta tematik sungai rawan banjir, peta drainase kota serta titik-titik yang kerap menjadi langganan banjir di Kota Bandung, secara aktual.

"Karena dampak dari adanya program penanggulangan banjir ini menjadi sesuatu yang sangat penting dan diharapkan masyarakat sejak dulu hingga sekarang. Maka dibutuhkan rencana induk strategi dari tahun ke tahun, terkait upaya yang telah dan akan dilaksanakan, agar perencanaan dan pelaksanaan dapat menghadirkan solusi serta dampak positif bagi masyarakat," paparnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Agus Gunawan mendorong, perencanaan penanggulangan banjir harus tersinkronisasi dengan baik dengan tata laksana di lapangan.

Baca Juga: Jadwal Laga Persib Bandung Hadapi Dewa United Besok di Pakansari

Sehingga penanggulangan banjir dapat tepat sasaran dan efektif dalam mengurangi titik banjir di wilayah masyarakat.

"Jangan sampai apa yang direncanakan ternyata tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan, semisal seharusnya titik banjirnya di RW sekian, tapi pelaksanaan penanggulangan banjirnya justru di RW lain, sehingga titik banjirnya tidak berkurang," ujarnya. ***

Editor: Asep Rahmat

Tags

Terkini

X